Studio Press

Just another Blogger Blog

ad

pesanan untukmu.....

Duhai Allah...
Aku tak tahan melihat linangan airmata itu
Aku tak sanggup melihat hati yang selalu terhimpit,
selalu sesak, selalu merasa sepi
Aku tak tega melihatnya seperti ini

Bolehkah kupinta satu padaMu Rabbku?
Sebuah pesanan khusus untuk kekasihku
Aku tak meminta banyak,
Aku pesan satu porsi kebahagiaan dan ketenangan hati
Satu paket kehangatan cintaMu
Satu ikat kesabaran yang tak terbatas... dan
Satu bungkus keikhlasan karuniaMu

Paket cinta ini ingin kukirimkan untuknya
Uli yang manis yang kini sedang belajar untuk tersenyum
Menata hatinya lagi,

Bisa kupinta satu lagi?
Tolong utus malaikatMu untuk mengantarkan pesananku
MalaikatMu yang pengasih dan pandai menasehati
Yang pandai memberi pengajaran dan kasih sayang
Yang pandai menyejukkan hati dan penuh kesabaran
Yang dapat mengingatkannya kala dia sedang alpa
Yang dapat menjadi cadarnya...

Kirimkan ke dia yang kucintai yang sedang merasa sendu
Matanya terlalu indah untuk terus menjadi tempat berlinangnya airmata kesedihan,
Matanya lebih indah bila dia menangis karena kebahagiaan
Bibirnya lebih manis bila dia sedang tersenyum
Dia lebih cantik bila tersenyum,aku sebang sekali melihatnya
Pancaran matanya itu lebih indah bila sedang bahagia
Maka jangan buat kebahagiaan jauh darinya.

(eghA yang mencintaimu.....)



Terimakasih atas puisinya, bagus dan sangat menyentuh.



Assalamu'alaikum
Manis dan tetap sederhana. Komposisi yang baik.
Semua telah terwakilkan


keren...aku suka...kirim juga malaikat untuku ya dan seuntai doa
salam kenal



selalu manis...Hanya itu untukmu, ukhti...



manis sekali.

aku suka,,,,

begitu tulus.

Aku jamin Malaikat menyampaikan pesananmu.

Eh, tapi bayarannya mana, jeng?

hahaha...

sip sip..

^^

baca novelette-ku, ya..

pinjam satu dua kata- dari puisimu ya untuk kumasukkan dalam novelette..

Laughing

* Login or register to post comments

sekeping hati (egha)

Sekeping hati ini, milik yang maha Memiliki
kubawa berlari kesana-kemari, kubawa berjalan menyusuri tiap jalan lurus dan tikungan
kubawa bergerak kesetiap lika-liku kehidupan

sekeping hati ini, berwarna putih saat kuterima
lalu terkena debu-debu trotoar, terpanggang dibawah terik matahari
putih warnanya menghilang dibalik malam, tertutupi sejuta kenistaan yang makin lama makin memekat

sekeping hati ini tak lagi putih...
karat-karat dunia sudah menjadi bagian yang menghiasinya
rona-rona kegelapan sudah mulai tampak ditiap lekukannya
berjajar seperti garis-garis zebra cross ditepi jalan
seperti pagutan-pagutan kepedihan yang makin menalar...

duh Khalik, yang maha Memiliki, maha Memberi, maha Hakiki
sekeping hati pemberianmu tak kurawat sebaik engkau merawatnya
maafkan aku...


sedikit saja...
hati itu dasar, asas, dan pangkal, juga pondasi. jadi jagalah baik2...

Allah menciptakan manusia berpasangan mulai dari tangan, mata, telinga, dan kaki tapi knpa allah memberikan kita sekeping hati karena sekeping hati lain allah berikan ke pasangan kita dan kitalah yang mencarinya itulah cinta


aq setuju ma komennya Takiyo Tongue

Judulnya bagus, trus isinya jg sesuai ma tag spiritualnya. Hmm..

Semangat ya Big Grin


bags bgt..kpan y aku bisa bwt yang kyk gni...??

* Login or register to post comments


ui ..
perumpamaannya bagus banget.


merenung... merenung ...


renungan yang bagus buat smuanya...n stidaknya jadi motivasi tuk nyadari perjalanan hidup...


sekeping hatiku ini telah hancur berserakan..
duh gimana cara menyatukannya kembali yah umi???...

http://egha_uli.blogspot.com