Sekeping hati ini, milik yang maha Memiliki
kubawa berlari kesana-kemari, kubawa berjalan menyusuri tiap jalan lurus dan tikungan
kubawa bergerak kesetiap lika-liku kehidupan
sekeping hati ini, berwarna putih saat kuterima
lalu terkena debu-debu trotoar, terpanggang dibawah terik matahari
putih warnanya menghilang dibalik malam, tertutupi sejuta kenistaan yang makin lama makin memekat
sekeping hati ini tak lagi putih...
karat-karat dunia sudah menjadi bagian yang menghiasinya
rona-rona kegelapan sudah mulai tampak ditiap lekukannya
berjajar seperti garis-garis zebra cross ditepi jalan
seperti pagutan-pagutan kepedihan yang makin menalar...
duh Khalik, yang maha Memiliki, maha Memberi, maha Hakiki
sekeping hati pemberianmu tak kurawat sebaik engkau merawatnya
maafkan aku...
sedikit saja...
hati itu dasar, asas, dan pangkal, juga pondasi. jadi jagalah baik2...
Allah menciptakan manusia berpasangan mulai dari tangan, mata, telinga, dan kaki tapi knpa allah memberikan kita sekeping hati karena sekeping hati lain allah berikan ke pasangan kita dan kitalah yang mencarinya itulah cinta
aq setuju ma komennya Takiyo Tongue
Judulnya bagus, trus isinya jg sesuai ma tag spiritualnya. Hmm..
Semangat ya Big Grin
bags bgt..kpan y aku bisa bwt yang kyk gni...??
* Login or register to post comments
ui ..
perumpamaannya bagus banget.
merenung... merenung ...
renungan yang bagus buat smuanya...n stidaknya jadi motivasi tuk nyadari perjalanan hidup...
sekeping hatiku ini telah hancur berserakan..
duh gimana cara menyatukannya kembali yah umi???...
http://egha_uli.blogspot.com

0 komentar:
Posting Komentar